Rabu, 25 September 2013

Pencegahan Penyakit Sinusitis

Sinus adalah gejala penyakit peradangan yang terjadi di bagian rongga sinus. Infeksi bakteri pada dinding membran sinus yang terlatak dibawah tulang tengkorak, diatas, dibelakang dan dibawah mata yang terhubung secara bersamaan denagn hidung dan saluran pembuangan. 



Masuknya virus atau bakteri pada dinding sinus  yang menyebabkan penyakit sinusitus. Biasanya sinus berisi udara, tetapi ketika sinus tersumbat dan berisi cairan maka kuman bakteri, virus dan jamur dapat berkembang dan menyebabkan infeksi.
Anda menderita sinusitis kronis parah, steroid oral mungkin diresepkan untuk mengurangi peradangan, hanya jika obat lain tidak berhasil. Antibiotik akan diresepkan untuk infeksi bakteri yang ditemukan pada sinus (antibiotik tidak efektif melawan infeksi virus). 

Makanan pedas dapat membuat sinus yang tersumbat dahak terbuka. Bahan kimia kapsin yang terkandung dalam cabai akan merangsang saraf-saraf dimulut dan tenggorokan sehingag memacu hidung mengeluarkan sinus. Oleh karena itu sewaktu kepedasan ingus sering keluar dari hidung. 

Gejala penyakit sinusitis yaitu :
Keluarnya cairan atau lendir dari hidung dan tenggorokan
Nyeri pada wajah
Sakit Kepala
 Demam
Kelelahan
Pemeriksaaan X-ray pada area sinus dapat dilakukan untuk penengakkan diagnosis dan aspek pengobatan
Pengobatan tradasional Penyakit Sinusitis: 
Resep I 
  1. Bahan-Bahan : 5gr jahe, 2 batang daun bawang putih, 7 gr sambiloto
  2. Cara membuat : Semua bahan direbus dengan air secukupnya hingga mendidih, tambahkan madu secukupnya dan kemudian diaduk rata selagi hangat.
  3. Cara memakai: Diminum setiap hari sesudah makan 3 kali sehari. 

Resep II 
 
  1. Bahan-bahan : 5gr daun mint, 5 grm jahe, air 250 cc
  2. Cara membuat: Semua bahan dicampur dan direbus dengan air hingga mendidih setelah itu disaring.
  3. Cara memakai: Airya diminum kepada anak hangat-hangat kuku. 

Tenggorokan dilapisi oleh selaput lendir yang berfungsi menghalau benda asing yang masuk. Jika da benda asing masuk kedalam tenggorokan dan merangsang selaput lendir maka akan terjadi iritasi atau peradangan pada saluran bronchi atau bagian lain dari sistem pernapasan sehingag memicu batuk. Adanya penyakit lainnya seperti radang tenggorokan yang menimbulkan batuk. 

Rasa gatal pada tenggorokan yang disertai rangsangan pengeluaran bunyi yang keras. Secara umum disebabkan oleh virus bakteri, dan jamur penyebarannya terjadi dari melalui batuk dan penderita. Sinusitis memiliki saluran pembuangan yang terlalu kecil dan menampung hasil sekresi sinus dapat juga terkena sinusitis. 

Sinusitis adalah penyakit yang terjadi didaerah sinusitis. Sinusitis sendiri rongga udara yang terdapat diarea wajah yang terhubung dengan hidung. Fungsi rongga sinus sendiri adalah untuk menjaga kelembapan hidung dan menjaga pertukaran udara didaerah hidung. Bila mengenai beberapa sinus disebut pansinusitis. Yang paling sering ditemukan adalah sinusitis maksilaris dan sinusitis etmoid. 

Didalam rongga sinus terdapat lapisan yang terdiri dari bulu-bulu halus yang disebut dengan cilia. Fungsi cilia ini adalah untuk mendorong lendir yang diproduksi didalam sinus menuju kesaluran pernapasan. 

Gerakan cilia mendorong lendir ini berguna untuk membersihkan saluran nafas dari kotoran maupun organisme yang mungkin ada.
Ketika lapisan rongga sinus ini membengkak maka cairan lendir yang ada tidak bergerak keluar dan terperangkap didalam rongga jadi sinusitis terjadi apabila terdapat peradangan didaerah lapisan rongga sinus yang menyebabkan lendir terperangkap di rongga sinus dan menjadi tempat tumbuhnya bakteri. 

Sinusitis terbagi menjadi 2 bagian yaitu:
  1. Sinusitis akut : Gejala yang dirasakan selama 2-8 minggu
  2. Sinusitis Kronis : Biasanya gejala dirasakan lebih dari 8 minggu.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar